FGD UNS Jawametrik - Eko Satrio
← → untuk pindah slide
Boardroom Presentation Mode
Eko Satrio
FGD Penyempurnaan Sistem Pengisian Data Mandiri UNS Jawametrik

Kalau sistem ini hanya menggantikan Google Form, efisiensi memang naik. Kredibilitas scoring internasional belum tentu ikut naik.

Masalahnya bukan sekadar memindahkan form ke web, tetapi memastikan bukti, indikator, dan logika penilaian masuk ke ruang keputusan dalam struktur yang bisa dibandingkan dan dipercaya.
Eko Satrio
Problem Utama

Masalah utamanya bukan di tools.

Masalahnya ada di governance data, konsistensi definisi indikator, dan cara evidence diterjemahkan menjadi scoring yang fair, traceable, dan dapat diaudit.

Eko Satrio
Perbandingan Antar Institusi

Sistem hanya akan kuat kalau input antar institusi masuk dalam bahasa evidence yang sama.

  • Kalau interpretasi 11 kriteria dan indikator masih longgar, hasil penilaian tetap rentan bias meski platformnya baru.
  • Kalau format bukti berbeda-beda, scoring otomatis hanya mempercepat output, bukan meningkatkan comparability internasional.
Eko Satrio
Arah Desain

Yang perlu dikunci lebih dulu bukan sistemnya, tapi definisi datanya.

Sebelum Web

Definisi indikator, struktur bukti, metadata minimum, dan aturan validasi harus seragam lintas institusi dan lintas negara.

Sesudah Terkunci

Baru sistem web bisa melakukan auto scoring, monitoring real-time, dan menghasilkan hasil yang lebih legitimate untuk siklus berikutnya.

Eko Satrio
Lapisan yang Belum Terlihat

Yang sedang dibangun seharusnya bukan hanya sistem pengisian data.

Yang sedang dibangun adalah international scoring architecture yang menghubungkan akun institusi, formulir per kriteria, evidence repository, rules engine, dan dashboard penilaian ke dalam satu decision system yang konsisten.

Eko Satrio
Nilai Tambah Big Data Thinking

Di Big Data, yang paling mahal bukan datanya.

Yang paling mahal adalah menjaga data tetap comparable, traceable, secure, dan usable sehingga institusi dari berbagai negara dapat mengisi dengan mudah, sementara panitia dapat memantau, memverifikasi, dan menilai tanpa kehilangan trust.

Eko Satrio
Penutup Arah

Kalau struktur datanya belum dikunci, sistem hanya memindahkan kompleksitas. Bukan membangun legitimasi scoring.

Kalau arsitekturnya benar, UNS Jawametrik tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih credible, lebih scalable, dan lebih siap diterima dalam ekosistem penilaian internasional.