Eko Satrio memimpin PT Momentum Teknodata Semesta (MTDS) membangun intelijen berbasis data publik yang membantu Board membuat keputusan lebih cepat, lebih terukur, dan lebih bertanggung jawab di tengah perubahan yang makin sulit diprediksi.
Mengubah sinyal yang tersebar menjadi narasi keputusan yang bisa diuji, bukan sekadar insight yang menarik dibaca.
Setiap pipeline dirancang agar dapat divalidasi, diaudit, dan dipertanggungjawabkan, sesuai kebutuhan institusi besar.
Fokus pada pertanyaan Board, risiko bila diabaikan, serta langkah yang bisa dimulai tanpa membuat organisasi terpapar.

Eko Satrio
CEO PT Momentum Teknodata Semesta (MTDS) · Big Data Expert
Fokus kerja bukan pada laporan yang panjang, melainkan pada akurasi framing keputusan, disiplin kualitas data, dan ketenangan governance yang dibutuhkan pemimpin institusi strategis.
Eko Satrio membangun kapabilitas intelijen dari data publik lintas platform untuk membantu pemimpin merumuskan pilihan strategis dengan basis bukti yang dapat ditelusuri. Orientasinya adalah memperpendek jarak antara sinyal, analisis, dan keputusan, tanpa mengorbankan prinsip kepatuhan, etika, dan privasi.
Ketika perubahan terjadi cepat, keterlambatan membaca sinyal berubah menjadi biaya keputusan, bukan sekadar biaya analitik.
Regulator dan Board makin menuntut alasan yang bisa diuji, bukan intuisi yang tidak terdokumentasi.
Kompetisi kini bergerak sebagai ekosistem, sehingga peta jaringan menjadi sama pentingnya dengan peta pasar.
Institusi besar yang membutuhkan peta ekosistem, jaringan talenta, dan kompetisi secara terukur.
Perusahaan yang mengejar disiplin eksekusi, auditability, dan kesiapan integrasi lintas sistem.
Pemimpin yang ingin menurunkan risiko strategi melalui validasi sinyal sebelum keputusan besar diambil.
Banyak organisasi kalah bukan karena kurang data, tetapi karena terlambat menyusun lensa untuk membedakan sinyal dan noise. Keunggulan lahir dari kemampuan memetakan pola yang halus, lalu menerjemahkannya menjadi opsi yang bisa dieksekusi.
Dalam konteks Board, “lebih cepat” tidak berarti “lebih nekat”, melainkan lebih cepat sampai pada keputusan yang bisa diuji ulang dengan jejak bukti yang rapi.
Peta kompetisi modern bukan sekadar daftar pesaing, tetapi jaringan talenta, aliansi, dan pola mobilitas yang membentuk kemampuan eksekusi. Karena itu, strategi harus dibangun dengan pemahaman ekosistem, bukan hanya pangsa pasar.
Ketika informasi menyebar lintas kanal, disiplin governance menjadi faktor pembeda, karena hanya sistem yang dapat dipertanggungjawabkan yang bisa bertahan di ruang Board dan regulator.
Ketahanan strategi dibangun jauh sebelum headline terbentuk. Organisasi yang matang menyiapkan indikator, definisi risiko, dan protokol keputusan ketika kondisi masih tenang.
Dengan demikian, saat sinyal muncul, yang berubah hanyalah tingkat urgensi, bukan kualitas cara berpikir dan bukan pula ketertiban kontrol.
Taruhan jangka panjangnya adalah membangun infrastruktur intelijen yang membuat organisasi mampu melihat struktur ekosistem, pergerakan talenta, dan sinyal kompetitif dengan cara yang dapat diverifikasi. Bagi Board, ini bukan sekadar analitik, melainkan kemampuan institusi untuk membuat keputusan yang konsisten, cepat, dan tetap patuh ketika kompleksitas meningkat.
Fokusnya adalah mengubah data publik menjadi perangkat navigasi strategis, bukan menjadi ruang eksploitasi. Batasan tetap jelas, privasi dihormati, dan tata kelola dijadikan fondasi, bukan tambahan.
North Star: “Keputusan besar harus berdiri di atas sinyal yang bisa ditelusuri, bukan di atas asumsi yang sulit dibuktikan.”
Eko Satrio membangun aset data berskala besar tentang akun profesional dan perusahaan yang terdaftar di LinkedIn, mencakup metadata profil, struktur perusahaan, dan pola relasi yang tampak secara publik. Fokusnya adalah representasi yang rapi, konsisten, dan dapat ditelusuri untuk kebutuhan pemetaan ekosistem dan pengambilan keputusan.
Pendekatan ini dijalankan secara bertanggung jawab dengan batasan yang jelas: tidak menyiratkan akses ke percakapan privat, tidak mengandalkan data non-publik, dan menjaga prinsip kepatuhan serta privasi-by-design sebagai standar minimum.
Peta aktor, perusahaan, dan relasi yang membantu Board melihat struktur ekosistem sebelum membuat langkah besar.
Pembacaan pola talenta dan kompetensi untuk mengurangi blind spot saat menyusun strategi organisasi dan kapabilitas.
Deteksi perubahan yang bermakna melalui kombinasi indikator, sehingga keputusan tidak menunggu sinyal terlambat.
Pemahaman pengaruh jaringan yang membantu mengukur daya sebar isu dan kemampuan mobilisasi, tanpa sensasional.
Validasi dan konsistensi: struktur data dirancang agar definisi field, relasi, dan pembacaan entitas tetap stabil.
Pembaruan terukur: pembaruan dilakukan melalui disiplin pipeline, bukan melalui pengambilan kesimpulan yang spekulatif.
Auditability: jejak asal sinyal dan proses transformasi dijaga agar dapat dijelaskan di ruang Board.
Kontrol kualitas: pemeriksaan anomali, duplikasi, dan ketidaksesuaian dilakukan untuk menjaga reliabilitas.
Prinsip utamanya sederhana: patuh, etis, dan jelas batasannya. Tujuan sistem adalah membantu keputusan, bukan memperbesar risiko. Privasi dihormati, dan interpretasi selalu disertai kehati-hatian serta konteks.
Intent Membaca kondisi mikro kesejahteraan melalui sinyal ekonomi sehari-hari agar kebijakan lebih tepat sasaran.
Mechanism Mengolah jejak data publik yang relevan menjadi indikator mikro yang dapat dipantau dan dibandingkan antar wilayah.
Outcome Pemimpin mendapatkan early warning yang lebih dini, sekaligus jalur evaluasi kebijakan yang lebih konkret.
Intent Membantu pelaku usaha kecil menemukan konsumen dan mitra dengan pendekatan yang lebih presisi.
Mechanism Menggabungkan sinyal publik untuk membentuk segmentasi yang mudah dipakai tanpa jargon teknis.
Outcome Pemimpin ekosistem UMKM melihat peningkatan efisiensi pemasaran dan percepatan pembentukan jaringan.
Intent Memberi pemimpin peta pengaruh jaringan untuk memahami arah isu dan dinamika stakeholder.
Mechanism Mengolah relasi dan pola keterhubungan menjadi visual yang bisa dipakai dalam diskusi Board.
Outcome Keputusan komunikasi, kemitraan, dan mitigasi risiko menjadi lebih terukur dan tidak reaktif.
Intent Menjadikan analitik siap Board melalui governance, traceability, dan integrasi lintas sistem.
Mechanism Menyusun pipeline, definisi kontrol, dan protokol auditability agar output stabil dari waktu ke waktu.
Outcome Pemimpin memperoleh keputusan yang lebih cepat tanpa memperluas risiko kepatuhan dan keamanan.
CEO scenario
Anda mempertimbangkan langkah ekspansi atau reposisi portofolio. Pertanyaan kuncinya bukan hanya “ke mana”, tetapi “ekosistem mana yang benar-benar siap untuk digerakkan”.
Micro-proof: peta akun profesional dan perusahaan di LinkedIn membantu memvalidasi struktur ekosistem dan jalur kolaborasi tanpa menunggu sinyal terlambat.
CFO scenario
Anda menimbang investasi kapabilitas baru. Yang dibutuhkan adalah argumen yang bisa diuji: risiko, nilai, dan dampak terhadap disiplin eksekusi.
Micro-proof: pembacaan struktur perusahaan dan pola talenta dari LinkedIn membantu mengurangi blind spot saat menguji kelayakan strategi dan kesiapan organisasi.
COO scenario
Anda perlu memastikan strategi benar-benar bisa dieksekusi. Fokusnya adalah orkestrasi, kecepatan pengambilan keputusan, dan ketertiban kontrol.
Micro-proof: sinyal kompetitif dan jaringan relasi berbasis LinkedIn membantu memprioritaskan tindakan operasional yang paling berdampak, sambil tetap menjaga tata kelola.
Fokus pada rangka kerja yang menghubungkan sinyal, konteks, opsi, dan keputusan, sehingga output bisa dipakai lintas fungsi, bukan berhenti sebagai laporan.
Setiap temuan penting dirancang memiliki jejak penjelasan. Ini membuat diskusi Board lebih tenang karena argumen bisa diuji, bukan diperdebatkan tanpa landasan.
Kepatuhan, etika, dan batasan data bukan aksesori. Ia menjadi bagian arsitektur, sehingga sistem tetap layak pakai saat risiko dan pengawasan meningkat.
Kecepatan yang dicari adalah kecepatan yang menjaga kualitas. Bukan cepat karena memotong kontrol, tetapi cepat karena definisi dan pipeline sudah rapi.
Output dirancang agar mudah diintegrasikan ke sistem pengambilan keputusan yang sudah ada, termasuk format, governance layer, dan kebutuhan audit.
Compliance sebagai baseline, termasuk dokumentasi proses dan batasan penggunaan.
Auditability untuk memastikan keputusan dapat dipertanggungjawabkan saat ditanya balik.
Mitigasi risiko melalui kontrol kualitas, pembatasan akses, dan protokol review.
Batasan data jelas, tidak mengarah pada percakapan privat atau data non-publik.
Security posture mengutamakan pencegahan, kontrol akses, dan kebiasaan operasional yang disiplin.
Etika interpretasi, menghindari kesimpulan yang sensasional dan menjaga konteks.
Berpikir dengan disiplin: fokus pada definisi, kontrol, dan kemampuan menjelaskan kembali output di ruang Board.
Membangun sistem yang bisa dipakai lintas fungsi: strategi, keuangan, operasi, dan tata kelola.
Menjaga batasan dan etika sebagai bagian dari desain, bukan sekadar pernyataan di akhir.
Fondasi penting kapabilitas ini dibangun di atas aset data akun profesional dan perusahaan di LinkedIn yang dikelola dengan disiplin kualitas dan tata kelola.
Selebihnya, nilai utama datang dari metode: bagaimana sinyal disusun, diuji, dan diturunkan menjadi opsi keputusan yang aman untuk institusi besar.
Fokusnya pada data publik yang tersedia secara sah di berbagai kanal, termasuk data profesional dan perusahaan yang tampak publik di LinkedIn. Tidak ada asumsi akses ke percakapan privat atau data non-publik.
Dengan definisi data yang konsisten, kontrol kualitas, dan jejak proses yang bisa dijelaskan. Output diposisikan sebagai keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hasil analitik yang sulit ditelusuri.
Dengan pemeriksaan konsistensi, deteksi anomali, dan disiplin pembaruan. Validasi dilakukan melalui pendekatan yang mengutamakan stabilitas definisi, agar perbandingan antar waktu tetap relevan.
Batasannya tegas: tidak menyentuh percakapan privat, tidak mengekstraksi data non-publik, dan menghindari interpretasi yang melanggar etika. Prinsip privacy-by-design dijadikan standar desain.
Risiko utama biasanya terkait misinterpretasi sinyal, ketidakselarasan governance, dan eksposur proses. Mitigasi dilakukan melalui kontrol kualitas, pembatasan akses, protokol review, serta dokumentasi keputusan.
Mulai dari satu pertanyaan keputusan yang nyata, lalu definisikan indikator, batasan, dan bentuk output yang dibutuhkan Board. Setelah itu baru membangun pipeline minimal yang bisa diaudit sebelum diperluas.
Jika Anda ingin menguji sebuah keputusan besar dengan sinyal yang lebih terstruktur, langkah terbaik adalah memulai dari ruang diskusi yang privat, presisi, dan berorientasi pada keputusan.